 | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Beruntunglah, saya belum membaca novel Ayat-Ayat Cinta, sehingga saya terbebas dari menonton with prejudices. Sehingga saat saya menuliskan resensi ini, resensi ini murni dari pandangan saya sebagai penikmat film sebagai suatu karya yang utuh, yang mandiri, yang tidak merupakan penggambaran dari sebuah novel. Yang saya saksikan adalah film sebagai karya dari Hanung Bramantyo menginterpretasikan novel Ayat-Ayat Cinta ke dalam versi beliau. Bingung? Hehehehe...
Alkisah, Fahri, pemuda Indonesia yang tengah mengambil kuliah S2-nya di Universitas Al-Azhar. Ia tinggal di sebuah flat sederhana bersama sesama rekan mahasiswa dari Indonesia. Memiliki tetangga Maria di lantai atas yang siap membantu Fahri di saat kesulitan, memiliki pengagum-pengagum di kampus, termasuk Nurul, seorang anak Indonesia yang juga berkuliah di kampus yang sama. Fahri taat beribadah, taat mengaji, taat di komunitas mahasiswa, dan polos, dengan selalu memberikan surat cinta yang ia terima kepada Ustad-nya. Suatu saat dari flat-nya, ia melihat terjadi penganiayaan yang dilakukan oleh preman wilayah tersebut kepada Nora, seorang gadis manis yang hidupnya selalu dikecewakan. Fahri meminta Maria untuk membantu Nora, dan meskipun Maria ketakutan, ia pun akhirnya bersedia membantu Fahri untuk merawat Nora. Begitu pula Nurul yang bersedia membantu menampung Nora sementara Fahri mencari orang tua Nora yang sebenarnya. Setelah bertemu, satu masalah selesai dengan Nora, dan Nora yang bersimpati kepada Fahri memberikannya surat cinta-nya. Namun seperti biasa Fahri juga memberikan surat itu kepada Ustad-nya.
Di kereta, ia bertemu dengan Aisyah, seorang muslimah Jerman yang membantu dua orang Amerika yang mendapatkan perlakuan diskriminasi dari masyarakat Mesir. Fahri tetap berpikiran lurus, dan beberapa kali pertemuannya dengan Aisyah sempat menumbuhkan perasaan sukanya, namun ia tak berani mengambil langkah-langkah pendekatan, hingga Ustad-nya meminta-nya untuk bertemu dengan keponakan teman-nya yang juga mencari jodoh. Saat akhirnya mereka bertemu, ternyata sang keponakan itu adalah Aisyah. Tentu saja, Fahri langsung meng-iya-kan dan pernikahan mereka pun berlangsung meriah...
Namun, kemeriahan itu ternyata tidak hanya menciptakan kebahagiaan. Pengagum-pengagum Fahri pun langsung kecewa. Nurul yang langsung drop karena ia belum sempat mengungkapkan perasaannya, Maria yang langsung merasa frustasi karena sebenarnya ia selalu menyimpan perasaan kepada Fahri, namun selalu terbentur oleh perbedaan agama mereka. Fahri merasa gamang dengan perbedaan sikap dua temannya. Entah apakah ia memang polos atau pura-pura polos, ia mempertanyakan keanehan sikap itu kepada Syaiful temannya. Dengan saran Syaiful pun akhirnya Fahri mempertemukan Aisyah kepada dua temannya. Yang satu bersikap aneh, dan yang lainnya bersikap kecewa, karena menganggap Fahri menikahi Aisyah karena materi. Dan rumor itu pun juga berkembang di sekitar kampus. Di lain pihak, keanehan sikap Nurul membuat keluarganya khawatir dan meminta Fahri menikahi Nurul. Aisyah yang mendengarkan hal ini terkejut, karena merasa bahwa ia belum mengetahui siapa sebenarnya suaminya.
Tapi belum sempat Fahri membela diri, dirinya ditangkap oleh polisi dengan tuduhan memperkosa Nora hingga hamil. Dunia-nya seakan hancur, bahkan kampus pun akhirnya mengeluarkannya. Namun di penjara ternyata ia bertemu dengan seorang gembel yang kelak menjadi penyelamatnya, menjadi pembuka pikirannya bahwa ia saat itu tengah diuji oleh Allah SWT, sama halnya dengan Nabi Yusuf, A.S. Fahri menjadi tawakal, apalagi Aisyah akhirnya memutuskan untuk mempercayai suaminya, dan ia mencari segala hal yang bisa membantu suaminya. Termasuk mencari Maria yang hilang, yang bisa membantu menjelaskan kepada hakim bahwa Fahri tidak pernah berbuat macam-macam terhadap Maria. Dan saat ia berhasil menemukan Maria, sebuah pukulan telak menghampir Aisyah. Maria depresi dan satu-satunya yang bisa memecahkan masalah adalah Fahri menikahi Maria. Mengesampingkan perasaannya, demi kebebasan suami dan ayah dari anaknya, Aisyah meminta suaminya untuk menikahi Maria. Sebuah pengorbanan yang tidak terkalahkan. Dan saat Maria masih belum pulih benar dari sakitnya, Fahri menikahi Maria, yang juga memuslimkan Maria... (Hiks Hiks)
Akhirnya, berkat kesaksian Maria, Fahri terbebas dari penjara. Nora mengakui kesalahannya. Rekan-rekan Fahri bersorak. Namun, masalah tak kunjung berakhir. Kehidupan poligami yang tak pernah direncanakan oleh Fahri malah kini dihadapinya. Ia harus berlaku adil pada Aisyah yang telah mengandung anaknya, namun ia juga tak bisa melepaskan perasaannya pada Maria yang telah menyelamatkannya. Di saat-saat kegamangan, yang akhirnya berusaha untuk diatasi, Maria akhirnya menyadari bahwa perasaan cinta dan keinginan untuk memiliki memiliki perbedaan yang sangat mendasar.. Dan ia akhirnya merelakan Aisyah untuk mendapatkan Fahri, karena toh ia telah memiliki Fahri di dalam hatinya....
Film ini SUPERB! Gambar-gambar-nya sangat indah, meskipun terkadang detailnya terasa kurang! Akting para pendukungnya juga top! Musiknya sangat megah!
Dan seperti yang sudah saya bilang, film yang bagus adalah film yang membuat saya menangis. Dan film ini membuat saya menangis sekitar 4-5 kali... Dan dua kali diantaranya adalah saat adegan menikah! Oh My God, it's very good...
Penggambaran keseluruhan film ini adalah INDAH. One of the must-see Indonesian movie of this year!
Btw... pas pulang nonton, ada beberapa orang yang mendiskusikan film ini, terutama mereka yang membandingkan antara film ini dan novelnya. Well, saya ga bisa berkomentar untuk hal ini. Anda bandingkan saja sendiri! Tapi, kalaupun mungkin anda kecewa karena ketidaksamaan ekspektasi anda kepada film ini, nikmati saja film ini sebagai suatu karya seni tersendiri. Dan... anda tidak akan rugi melakukannya!   | nonton dimana? iya ri pas fahri menikah dengan maria memang mantap. beruntung bgt bisa nonton sbelum priemer |
 | di kantornya MD Entertainment... lumayan lah dapet undangan. cuma sayangnya, belum ada teks-nya... |
 | Aih...aih...senengnya yang dah bisa nonton duluan. |
 | wahh belom nonton nihh hikshiks,, sepertinya seru sekalih,, hkhkhk |
 | ajak po'o ri sekali2.. aku pengen juga dapet undangannya |
| |